Bukan Pasar Malam*

*Bukan Pasar Malam adalah buku Pram pertama setelah bertahun-tahun ngga pernah baca karyanya lagi. Dengan bekal meminjam di perpustakaan Universitas Leiden, saya membaca edisi pertama buku ini. Lengkap dengan kertas yang sudah kecoklatan dan ejaan Suwandi.

Selama membaca dan setelah menuntaskan buku ini, pikiran saya berkecamuk pada banyak hal: tentang bapak, tentang posisi anak sulung, tentang sulitnya keadaan perang, tentang manusia dan hubungannya dengan manusia lain, tentang kotornya politik, tentang idealisme, tentang garis hidup dan kematian. Di buku ini, Pram menarasikan nasionalisme, humanisme, dan idealisme selepas revolusi fisik melalui latar hubungan ayah-anak juga relasi tetangga dan kerabat dekat.

Saya diingatkan sekali lagi bahwa idealisme adalah kemewahan. Ada harga yang harus dibayar untuk tiap-tiap orang yang memilih untuk tetap memegang idealismenya. Seperti tokoh Bapak yang bersikukuh untuk tetap menjadi guru dan menolak diangkat menjadi petinggi. Dengan keputusannya itu, ia melewatkan kesempatan untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik untuk sakitnya.

bukan pasar malam

Terima kasih Bibliotheek KITLV! Edisi pertama, cuy!

Ada banyak fragmen dalam buku ini yang membuat saya berhenti sejenak lalu merefleksikannya ke kehidupan sehari-hari, terutama di bagian kompleksnya hubungan anak-ayah serta kakak-adik. Betapa Pram bisa memasukkan konflik yang sangat humanis dan benar terasa (setidaknya buat saya) di dalam bukunya ini. Yang menariknya lagi, awalnya saya merasa jengkel melihat “di” sebagai awalan dan “di” sebagai kata depan sama-sama ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Namun setelahnya saya sadar bahwa buku ini masih menggunakan ejaan Suwandi yang belum disempurnakan sehingga kata depan “di” pada di luar, di rumah disamakan dengan imbuhan “di” pada dilekatkan, diberikan.

Paling enak, abis baca buku ini bengong-bengong syahdu trus diskusi sama temen tentang hidup. #shedap. Hahahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Cita - Cita Sumberdaya

view of an independent mind

rifqi ismiraj's personal page

My Perspective to the Environment

Beradadisini

On Mindful Living, Writing, and Traveling

ankarana renva

Terimakasih sudah mampir.. Dan beritahu yang lainya kalau saya punya blog..!

S A S T R I

In Sanskrit, Shastri means "man of learning".

Explore the World

“jangan kikir dalam berfikir, jangan komentar kalau tidak bernalar, jangan pernah lempar panah tanpa sasaran. LIHAT, DENGAR, dan RASAKAN.”

@EnglishTips4U

Indonesia's first and only Twitter-based English learning portal

README.TXT

selamat membaca saya, nisa :)

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: