Perjalanan (dan Pelajaran) di Penghujung Tahun

Tidak seperti tahun 2014 lalu, tahun 2015 tidak ada solo trip ataupun birthday trip ke tempat yang membutuhkan waktu terbang lebih dari lima jam. Tahun 2015 ditutup dengan dua perjalanan komunal bersama teman-teman terdekat dengan destinasi yang tidak begitu istimewa.

(Bagian Ipoh-Penang-KL)
Setelah merasakan betapa nikmat dan khidmatnya berjalan sendiri, sejujurnya saya agak skeptis dengan perjalanan kali ini. Apalagi tujuannya “hanya” ke negara tetangga. Terima kasih promo AirAsia! CGK-KUL-CGK Rp375.000,- tanpa airport tax lagi!

Namun, belakangan keragu-raguan saya terjawab dan menjadi pelajaran penting untuk diri saya sendiri. Walaupun jelas tidak mudah menyatukan delapan kepala dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang mau foto-foto, wisata kuliner, bersantai, bahkan ada yang ngga punya tujuan: “Gw sih terserah kalian aja.” 

Tiket pesawat dipesan untuk waktu bepergian enam hari. Ya, enam hari. Satu hari di Ipoh, empat hari di Penang, dan satu hari di KL sambil menunggu pulang. Enam hari yang penuh dengan drama, tawa, dan juga pengalaman. Memang harus pergi bersama dulu untuk memperkuat pertemanan.

Sebenarnya, perjalanan Ipoh-Penang-KL ini banyak terbantu oleh Georgetown yang cantik, hostel yang ngangenin, kuliner yang asik, dan kenalan-kenalan baru yang kami temui sepanjang jalan. Ditambah dengan teman-teman seperjalanan yang sudah sedekat dan semesra itu hingga seperti pergi dengan keluarga, bukan teman biasa.

Di jalan menuju bandara untuk pulang, saya mengingat momen beberapa hari kemarin dan merasa puas dengan liburan kali ini. Keliling kota naik sepeda (check), foto-foto profile picture material (check), wisata kuliner (check), menamatkan satu setengah buku (check), bahkan bersantai sambil bertukar kelakar dan belajar gambar (check).

Well, whatever the journey is, it is not only the destination that matters, but the person with whom you travel. *ngomong ama diri sendiri*

(Bagian Mendaki Gunung Gede)
Beberapa hari menjelang tahun baru, saya dan kesembilan teman naik Gunung Gede. Setelah lama CLBK (Chat Lama Berangkat Kaga) di grup WhatsApp, akhirnya kami berangkat juga. Rutenya Cibodas – Kandang Badak – Puncak Gede – Surken – Gunung Putri, dengan dua kali nge-camp di Kandang Badak dan Surken (dan dua kali summit jugak!).

Naik gunung kali ini agak berbeza. Dari pengalaman saya naik gunung (yang cuma tiga kali), baru kali ini ga sama Ipang, Lisan, dan Steny, anak-anak Suara Mahasiswa yang punya jiwa sepertiga Mapala. Saya jalan bersama anak-anak WWF, mantan anak WWF, temennya anak WWF, dan sepupunya anak WWF. Yap, lingkaran WWF lah yang mempertemukan kami. *Terima kasih WWF! Sambil kibar bendera panda* 

(Walaupun) cuma Gunung Gede,  sebenarnya saya ga meragukan keseruan mendaki kali ini karena ada empat pendaki veteran, empat pendaki aktif (katanya saya termasuk kategori ini), dan dua pendaki pemula yang kesemuanya punya bahan lawak 11-12. Benar saja, walaupun pasang flysheet aja kebanyakan mikir dan ketawa, saya merasa ini pendakian paling bahagia yang pernah saya lalui (iya, yang cuma tiga kali itu). Naik Gunung Gede, kalau diajak orang lain mungkin saya akan malas, tapi saya menyerah kalau grup ini yang punya rencana. Mau ke gunung manapun saya jabanin kalau sama mereka.

As with any journey, who you travel with can be more important than your destination. 

940952_10153827763369393_3254172215386289698_n

Thanks to Samsung-nya Vidi

mtf_tgDUz_123.jpg

Thanks to GoPro-nya Mas Hafizh

Jadi, kapan kita ke mana lagi, My Sputnik Sweetheart(s)?

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Cita - Cita Sumberdaya

view of an independent mind

rifqi ismiraj's personal page

My Perspective to the Environment

Beradadisini

On Mindful Living, Writing, and Traveling

ankarana renva

Terimakasih sudah mampir.. Dan beritahu yang lainya kalau saya punya blog..!

S A S T R I

In Sanskrit, Shastri means "man of learning".

Explore the World

“jangan kikir dalam berfikir, jangan komentar kalau tidak bernalar, jangan pernah lempar panah tanpa sasaran. LIHAT, DENGAR, dan RASAKAN.”

@EnglishTips4U

Indonesia's first and only Twitter-based English learning portal

README.TXT

selamat membaca saya, nisa :)

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

TRIP TO TRIP

Cerita Perjalanan Backpacker Asia

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: