Kenapa Babi Haram? Kenapa???

Balik dari Jepang, ada banyak pertanyaan di otak saya. Kenapa babi haram? Kenapa muslim susah sih kalau mau makan? Kenapa sapi dan ayam pun ngga otomatis halal? Untuk masalah yang makanan, terutama daging-dagingan ini, berkat bantuan Google saya menemukan laman yang cukup menjawab pertanyaan.

http://www.rumahfiqih.com/m/x.php?id=1145516485&=anak-saya-bertanya-kenapa-daging-babi-haram.htm

Anak Saya Bertanya Kenapa Daging Babi Haram?
Fri, 11 January 2013 01:00 | 3.290 | baca versi desktop | kirim pertanyaan

Assalamu ‘alaikum wr.wb

Bapak Ust.Ahmad Sarwat,Lc yang dimuliakan Allah,

Saya mempunyai kesulitan untuk menjawab pertanyaan anak saya yang baru berumur 6 tahun, dia menanyakan kenapa orang Islam diharamkan memakan daging babi sedangkan non muslim tidak.

Saya memberikan jawaban karena banyak mengandung penyakit dan binatang menjijikan tapi anak bertanya lagi, temennya banyak yang non muslim makan juga tidak sakit. Saya sudah tidak bisa jawab lagi. Mohon bantuannya pak Ustadz untuk jawaban terhadap pertanyaan anak saya.

Terima kasih.

Wassalam wr. wb.

Yak, pertanyaan saya tak ubahnya pertanyaan anak umur 6 tahun. #facepalm Dalam penjelasan ustadz di laman tersebut, ada beberapa pernyataan yang pas saya baca kaya ada sinar dari langit menerangi muka. Macam Eropa yang keluar dari Dark Ages menuju Renaissance.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah…(QS. Al-Maidah: 3)

Kalau alasan kita tidak makan babi hanya semata-mata alasan ilmiyah dan kesehatan, maka babi itu sudah halal hukumnya. Sebab di zaman sekarang ini sudah banyak ditemukan teknis memasak babi yang bisa mematikan semua jenis virus, bakteri dan cacing pita.

Demikian pula secara pisik, tidak ada bedanya antara ayam yang disembelih dengan mengucapkan basmalah dengan yang disembelih dengan menyebut nama tuhan selain Allah. Secara fisik, keduanya bersih, suci, tidak kotor, bahkan tidak ada racun apapun. Tetapi di pandang dari sudut syariat, hukum keduanya berbeda. Yang satu halal karena disembelih dengan basmalah, sedangkan yang satunya haram, karena disembelih dengan menyebut nama tuhan selain Allah.

Kalau agama yang kita jalani ini harus selalu dikembalikan kepada alasan-alasan yang bersifat kebendaan, ilmiyah atau aspek fisik semata, maka bubarlah agama ini. Padahal landasan agama itu adalah iman, yang berarti percaya kepada Allah SWT. Kalau Allah bilang merah, maka kita ikut bilang merah. Sebaliknya, kalau Allah bilang hitam, maka kita pun bilang hitam. Kita tidak akan memilih merah atau hitam, kecuali karena Allah yang menetapkan.

Mengapa kita harus bersikap demikian? Jawabnya adalah karena Allah SWT itu tuhan. Sebagai tuhan, tentu saja semua apapun yang ditetapkannnya harus kita patuhi tanpa reserve, tanpa ditunda, tanpa ditanya-tanyai sebabnya dan tanpa dimintai alasannya.

Sesungguhnya jawaban oran-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. An-Nuur: 51)

Jadi, habis perkara perdebatan mengenai masalah halal-haram babi serta daging-dagingan lainnya yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah yah.

Saya akui, sampai sekarang saya juga masih agak permisif dan terlalu nyaman dengan kenyataan tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Sehingga menganggap apapun yang dimakan pastilah halal. Padahal apa yang kita makan itu yang menjadi bahan bakar kita beribadah, bekerja, dan melakukan kegiatan lainnya.

Sewaktu di Jepang kemarin, saya banyak mikir tentang bagaimana Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar namun belum tercermin dari tindak-tanduk masyarakatnya. Masalah makanan, dari hasil ngobrol kanan-kiri, orang-orang dari Malaysia masih lebih ketat untuk urusan halal-haram. Peer besar buat saya sendiri (dan menyebarkan ke orang lain juga) sih buat lebih concern terhadap apa yang masuk ke mulut kita. Yuk, ah! Bismillah .. Hahahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Beradadisini

Be. Here. Now.

ankarana renva

Terimakasih sudah mampir.. Dan beritahu yang lainya kalau saya punya blog..!

S A S T R I

In Sanskrit, Shastri means "man of learning".

Explore the World

“jangan kikir dalam berfikir, jangan komentar kalau tidak bernalar, jangan pernah lempar panah tanpa sasaran. LIHAT, DENGAR, dan RASAKAN.”

@EnglishTips4U

Indonesia's first and only Twitter-based English learning portal

README.TXT

selamat membaca saya, nisa :)

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: