Rinjani: Cerita Singkat

Kelak anak saya akan bernama sama dengan gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini. Semoga bapaknya setuju. Hahahaha.

Dadah-dadah sama Rinjani, Barujari, dan Segara Anak. Kangen :'( *Fotonya dari kamera Devina tapi katanya Afdhol yang ambil. Terima kasih Afdhooll. :)

Dadah-dadah sama Rinjani, Barujari, dan Segara Anak. Kangen 😥 *Fotonya dari kamera Devina tapi katanya Afdhol yang ambil. Terima kasih Afdhooll. 🙂

Udah hampir setaun sejak saya berhasil berdiri di puncak gunung tertinggi ketiga di Indonesia. Rinjani, kata orang sih gunung paling cantik di Indonesia. Kalo saya bilang, Rinjani itu gunung paling nyampah (baca: banyak sampah) seumur-umur saya naik gunung. Songong. Padahal baru dua kali naik tuh. Hehe.

Si cantik yang susah didapet, sering PHP (Pemberi Harapan Palsu, FYI), banyak penggemarnya tapi bikin males karena buanyaaaak sampah macam tempat sampah raksasa. Bau pesing, bau eek, tisu basah entah bekas apa bertebaran di mana-mana, plastik-plastik, dari bungkus mie sampe celana dalem ada coba! DOH!

Jadi tolong ya para pendaki-pendaki yang budiman, sampah sekecil apapun tolong dibawa turun lagi. Kalau mau buang air ya digali dan ditutup lagi jangan teronggok gitu aja. Sedih tau liat tempat cantik begitu tapi sampahnya di mana-mana. Kalau ga bisa jamin bisa jaga kebersihan mending ga usah naik deh. *Kesel tingkat tinggi.

Highlight dari saya:

– Muncak ga usah maksa, kalo ga penget banget mending ga usah. Menjemukan dan sungguh melelahkan. (Bangeeeettt. Pasir-pasirnya itu traumatis abisss) Tapi pemandangan ke Segara Anak dan sekitaran Sumba terlihat jelas dari atas.

– Segara Anak is a must! Cobain mancing, ke air panas, goa susu, dan kalo mau foto-foto mendingan dari abis shubuh. Soalnya kalo siang banyak kabut (pengalaman saya sih gitu).

– Take your time. Saya sebenernya bukan pendaki gunung, cuma penikmat dan pecinta alam. Kebetulan aja jalan kali ini bareng anak Mapala UI jadi agak berasa “anak gunung”nya. Hahaha. Sebagai penikmat dan pecinta alam, apalagi yang suka foto, banyak-banyak bawa baterai cadangan, kalo bisa lagi sih ada kamera pocket sama DSLR hahahaha. Kalo lewat Sembalun, itu savanahnya mesti banget di foto. Begitu juga kalo lewat Senaru, Segara Anak fotogenik berats!

– Di Desa Senaru ada air terjun cantik, jangan lupa dicicip. Lumayan mandi-mandi cantik sebelum/sesudah naik. Hehe. Saya sama rombongan sih ga sempet, ngejar waktu ke Gili soalnya.

Okelah, nanti kalau mood diceritain lagi deh yang agak panjangan. Hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Beradadisini

Be. Here. Now.

ankarana renva

Terimakasih sudah mampir.. Dan beritahu yang lainya kalau saya punya blog..!

S A S T R I

In Sanskrit, Shastri means "man of learning".

Explore the World

“jangan kikir dalam berfikir, jangan komentar kalau tidak bernalar, jangan pernah lempar panah tanpa sasaran. LIHAT, DENGAR, dan RASAKAN.”

@EnglishTips4U

Indonesia's first and only Twitter-based English learning portal

README.TXT

selamat membaca saya, nisa :)

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: