KL: Jangan Bangun Kesiangan

Semua dimulai karena bangun kesiangan. Dan semua karena keasyikan sharing cerita ke Anggi yang ternyata mau ke Rinjani Agustus ini. Padahal mah emang kebo aja, nyari alasan. Hehe. Rencana jalan jam 8 moloooorr sampe jam 11. Rencana pergi ke Bukit Bintang/Batu Cave/Melaka meleset. Ambisius banget yah. Hahaha. Baru jalan dari apartemennya Anggi jam 11 dengan kondisi laper, ga tau kenapa malah melipir ke Kasturi Walk, deket Petaling Street, lagi. Ngidam masakan India yang murmer enak. Makan sepiring berdua dengan pikiran abis ini ke Melaka dan nanti bakal jajan-jajan cantik di sana.

Biryani+Lamb Masala+Fish Egg+Bull's Eye+Vegetables

Biryani+Lamb Masala+Fish Egg+Bull’s Eye+Vegetables

Makan ga lama-lama langsung cabut ke Melaka karena udah siang bangeeett. Dibayangan  saya Melaka cuma segede Kota Tua makanya setengah hari juga abis dan emang mau liat Melaka malam hari karena liat di Internet cantik banyak lampu-lampunya. Dari stasiun Pasar Seni kami ke Bandar Tasik Selatan, transit lalu ganti bis ke Melaka Sentral. Nanti di Melaka Sentral ke Kota Melakanya harus naik bis lagi atau taksi.

Perkara sampai BTS selesai, tiket ke Melaka Central jam 3 udah ditangan. Harusnya yang jam 2 dapet, telat 10 menit aja tuh. Huhu. Jam 3 itu itungannya udah sore banget berhubung dari BTS ke Melaka Central aja udah 2 jam lalu ke Kota Melakanya butuh 45 menit sampai sejam. Tapi tetep dihajar, itung-itung sekalian nunggu malem. Sekitar jam 5an nyampe nih di Melaka Central, Vidi ngajak pesen tiket buat baliknya. Awalnya saya ga mau karena dipikir bisnya akan selalu ada, jadi nanti aja sekalian balik. Tapi ternyataaa, semua tiket Melaka Central – KL abis! Buat malem itu, besok pagi, besok malem ampe besok lusa. Edyan! Laris bener. Saya sama Vidi mulai dari deg-degan takut sampe ketawa-ketawa sendiri saking speechless-nya. Pesawat besok jam setengah 11, berarti harus nyampe bandara jam 8an. Nah loh!

Muterin counter tiket udah kaya tawaf saking udah hilang akal, ternyata masih ada provider bis yang tiketnya sisa ke LCCT/KLIA. Harapan satu-satunya. Pas ditanya jamnya, tinggal yang jam 8 dan 10 malem. Kami akhirnya nelpon Anggi setelah pake drama tolol dulu hahaha buat nanya pendapat dan kira-kira kendaraan ke apartemennya gimana enaknya. Dan yak, diputuskan untuk ambil bis yang jam 8 ke LCCT. Dengan pertimbangan sekarang udah jam 5, ke Melaka City sekitar satu jam belum balik lagi kesininya. Tapi yaudah lah daripada keabisan kendaraan dari LCCT ke Bukit Jalil trus akhirnya tas kami minta paketin sama Anggi karena paspor dan tiket udah di tangan buat pesawat besok. Serius ini jadi skenario paling amit-amit loh. Hahaha.

Bis dari Melaka Central ke Kota Melaka sebenernya ga sampe sejam, kalo ga macet. Sebelum nyampe Kota Melakanya saya sama Vidi turun buat jalan karena macet bangeettt. Mobil-mobil pribadi udah kaya parkir. Kami jalan cepet banget udah kaya orang dikejar-kejar masa lalu. Eh

BoatAkhirnya sampe juga di Kota Melakaaa! Cantik deh, kalo ga banyak mobil. Banyak spot-spot fotogenik yang bisa diambil. Ada sungai, ada kapalnya juga, ada gereja warna merah bata, ada becak-becak unyu pake hiasan kembang-kembang. Saya sama Vidi jepret-jepret dikit doang karena inget harus buru-buru dan langsung ke Jonker Street yang ramaaaaiii banget sama pengunjung dan orang jualan. Kami cuma punya waktu sejam di Melaka. Kurang? Kurang banget ya, Tuhaann.

Yang item-item biru di langit itu burung-burung terbang.

Yang item-item biru di langit itu burung-burung terbang. Keliatan gak? Hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Cita - Cita Sumberdaya

view of an independent mind

rifqi ismiraj's personal page

My Perspective to the Environment

Beradadisini

On Mindful Living, Writing, and Traveling

ankarana renva

Terimakasih sudah mampir.. Dan beritahu yang lainya kalau saya punya blog..!

S A S T R I

In Sanskrit, Shastri means "man of learning".

Explore the World

“jangan kikir dalam berfikir, jangan komentar kalau tidak bernalar, jangan pernah lempar panah tanpa sasaran. LIHAT, DENGAR, dan RASAKAN.”

@EnglishTips4U

Indonesia's first and only Twitter-based English learning portal

README.TXT

selamat membaca saya, nisa :)

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: