KL: Tidur yang Cukup

Ga terasa udah seminggu sejak perjalanan singkat saya ke KL dan sekitarnya. Cuma dua hari berdua dengan Vidi berbekal tiket promo Mandala dan izin menumpang di apartemennya seorang teman dari Couchsurfing.

Pesawat boarding jam setengah 8 pagi di hari Sabtu yang berarti subuh-subuh saya harus sudah berangkat ke bandara. Masalah dimulai ketika saya masih harus ngelembur di kantor, sampai di rumah udah jam 11 malam, lalu ngerapiin pesanan kartu pos yang menggunung, masih harus sapu-sapu dan pel rumah, dan terakhir packing. Jadilah saya ga sempat tidur malam itu, tapi dengan asumsi masih bisa tidur di taksi dan di pesawat. Dan ternyata saya salah.

Pesawat tiba di LCCT Kuala Lumpur sekitar jam 10. Kami janjian dengan Anggi, teman dari Couchsurfing, di stasiun Bukit Jalil. Yang menyenangkan dari sistem transportasi yang saya rasakan di sini adalah semua moda transportasinya terintegrasi dengan baik, mulai dari kereta listrik, bis hingga monorel. Petunjuk stasiun dan membeli tiketnya pun mudah. Selain itu orang-orang sekitar pun sangat informatif. Dan untuk bahasa, bahasa Melayu atau Inggris dua-duanya oke.

Singkat cerita, kami dijemput Anggi di stasiun Bukit Jalil, ya Bukit Jalil tempat final AFF haha, menuju apartemennya yang ternyata persis di depan stadion. Hari pertama ini cuma pengen pusing-pusing di kota sama ke Petaling Street. Dari awal jalan badan saya sebenernya rada ga enak dan mata sakit karena ngantuk. Jalan-jalan dengan aura ngantuk kurang tidur itu ga asik banget, men! Bikin cranky, mager, dan gampang laper. Hahahaha.

Perhentian pertama: Bukit Bintang. Setengah sadar banyakan ngantuk saya jalan di pedestrian way di pusat perbelanjaan di KL ini. Asik banget! Sebagai penggemar jalan kaki, trotoar yang gede itu surga. Bonusnya kanan kiri ada tempat cuci mata.

Perhentian kedua: Twin Tower Petronas. Ngantuk dan mager saya edan udah ga terbendung. Liat rumput terhampar kaya karpet buat tiduran. Dan bener aja, tidurlah saya di taman belakang  Twin Tower itu selagi Vidi keliling. Untungnya banyak juga yang lagi piknik-piknik cantik, bahkan beberapa ada yang tidur juga kaya saya. Hahaha.Image

Perhentian ketiga: Petaling Street. Suer ga boong setelah tidur beberapa menit tadi saya langsung berasa segeran! Hidup Siesta! 🙂 Petaling Street itu semacam China Town lengkap dengan kios-kios kaki lima dan tempat makan pinggir jalan. Berhubung agak-agak curiga ga halal kalau makan di sini, jadilah kami cuma patungan beli sebungkus roasted chestnut seharga RM 5. Haha. Rasanya unik banget! Aseli, saya sama Vidi norak banget pas nyobain. Bentuknya kacang tapi teksturnya ubi.

KL - petaling street

Dari Petaling Street kami jalan terus sampai ke Kasturi Walk, tempatnya Pasar Seni. Di Pasar Seni sendiri isinya macam-macam, dari oleh-oleh cokelat sampai pakaian, kain, pashmina, bahkan batik. Di sebelah Pasar Seni ini ada satu tempat makan India, kami pun makan malam di sini. Rasanya enak dan harganya pun cukup terjangkau.

Pukul 10 malam kami menyudahi jalan-jalan hari itu dengan menumpang kereta listrik dari stasiun Pasar Seni kembali ke stasiun Bukit Jalil lalu ke apartemennya Anggi. Soalnya kata Anggi, kendaraan umumnya cuma sampai jam setengah 12. Dari pada nginep di jalan kan. Haha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Cita - Cita Sumberdaya

view of an independent mind

rifqi ismiraj's personal page

My Perspective to the Environment

Beradadisini

On Mindful Living, Writing, and Traveling

ankarana renva

Terimakasih sudah mampir.. Dan beritahu yang lainya kalau saya punya blog..!

S A S T R I

In Sanskrit, Shastri means "man of learning".

Explore the World

“jangan kikir dalam berfikir, jangan komentar kalau tidak bernalar, jangan pernah lempar panah tanpa sasaran. LIHAT, DENGAR, dan RASAKAN.”

@EnglishTips4U

Indonesia's first and only Twitter-based English learning portal

README.TXT

selamat membaca saya, nisa :)

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: